Komisariat Mengabdi: Kolaborasi HMI Saintek Walisongo Hadirkan Dampak Nyata di Tambakrejo

Semarang — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi kader dan perjuangan terus berupaya mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dalam ruang sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Komisariat Mengabdi yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 Januari 2026, di Kampung Nelayan Tambakrejo, Tanjung Mas, Semarang.

Sebagai kader HMI Komisariat Saintek Walisongo, kami memandang pengabdian masyarakat sebagai bagian dari proses pembentukan Insan Cita, yakni insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridai Allah Swt. Berangkat dari kesadaran tersebut, kegiatan ini dilaksanakan bersama HMI Komisariat Bahasa, Hukum, dan Kedokteran Sultan Agung, serta HMI Komisariat Saintek UNNES, dalam semangat ukhuwah dan perjuangan kolektif.

Kegiatan Komisariat Mengabdi difokuskan pada tiga sektor utama. Pertama, pengajaran anak-anak melalui pendekatan edukatif dan kreatif. Anak-anak Kampung Nelayan Tambakrejo diajak belajar dengan metode yang menyenangkan, salah satunya melalui pembuatan slime. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas dan kemampuan motorik, tetapi juga menanamkan nilai keberanian, kerja sama, dan rasa ingin tahu sejak dini.

Kedua, pelayanan kesehatan bagi lansia sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kelompok rentan. Bersama kader HMI Komisariat Kedokteran Sultan Agung, dilakukan pemeriksaan kesehatan dasar disertai edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut. Langkah ini menjadi wujud nyata peran HMI sebagai organisasi yang tidak abai terhadap persoalan kemanusiaan.

Ketiga, creative action sebagai ruang aktualisasi kreativitas dan kesadaran lingkungan. Anak-anak diajak membuat jepit rambut dari kerang, memanfaatkan potensi alam pesisir sebagai media pembelajaran. Melalui kegiatan ini, nilai produktivitas, kemandirian, dan penghargaan terhadap lingkungan diperkenalkan secara sederhana namun bermakna.

Melalui Komisariat Mengabdi, HMI Saintek Walisongo bersama komisariat Sultan Agung dan Saintek UNNES menegaskan bahwa pengabdian adalah jalan perjuangan. Hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk memberi, tetapi juga untuk belajar, memahami realitas sosial, serta meneguhkan peran HMI sebagai lokomotif perubahan.

Comments

Popular posts from this blog

Jenjang Pendidikan Formal Kader HMI

Memahami Surat Yusuf Ayat 2: Agar Menggunakan Akal

Implementasi Bersyukur dan Ikhlas dalam Meneguhkan Qalbu