Merayakan Kehilangan (Kasih si Pengarang)
Oleh: Wahyudi Hasibuan* Doc. Penulis Dalam setiap perjalanan hidup selalu memiliki sebuah rintangan. Kepala yang tegak, kaki yang terus akan melangkah harus tetap menghadapi dinamika kehidupan. Semua manusia berhak memilih jalan hidupnya, begitu juga dengan seorang laki-laki introvert yang selalu bersenggama dengan kesunyian, Ia adalah Kursana. Semua sarana hening diberlakukan demi mencari transendensi kebahagiaan. Kursana kini kehilangan jati diri setelah sekian lama terbelenggu dengan api patah hati, Setiap langkah yang dilaluinya kini beriringan dengan keragu-raguan. Podcast yang selalu didengar setiap pagi dengan kicauan burung-burung berisikan kata-kata manis yang ingin selalu diucapkan tetapi tidak tersampaikan. Burung-burung itu seakan mengatakan, “wahai anak muda, apakah engkau bahagia dengan kesendirianmu sekarang? jiwamu terbelenggu api amarah, hatimu terbakar bagaikan kertas yang sudah menjadi abu, apakah engkau tetap akan seperti itu sampai kegagalan d...