Posts

Showing posts with the label Gagasan Kader

"Brain, Brave, and Beauty" Sebagai KOHATI GEN Z: Memperingati Hari Kartini 21 April 2023.

Image
BRAVE, BRAIN, BEAUTY Ibu kartini menjadi sosok yang berpengaruh terhadap sejarah pemberdayaan perempuan, sosok ibu kartini memberikan daya tarik bagi saya, perjuangannya, keberaniannya yang mampu menggugah indonesia dalam memandang perempuan. Layaknya fatimah dalam islam, dijadikan mulia oleh Allah dilahirkan sebagai anak Rasulullah SAW, dengan nama dan moral yang diemban dalam memperjuangkan wanita dalam islam dimasa jahiliyyah. Peran perempuan dalam peradan juga dibahas dalam HMI, himpunan mahasiswa islam berdiri diatas semua golongan, wanita dimuliakan diberikan ruang khusus untuk berekspresi, dan memiliki peluang yang lebih banyak dalam organisasi, perempuan memang istimewa, sebagaimana derajat ibu tiga kali lebih tinggi dibanding ayah. Brave, Perempuan GEN Z, yang saat ini perlu diberdayakan terus menerus dan diciptakan, perempuan dengan keberanian, kecerdasan, dan kecantikan. Mengulik kata berani, berani dalam mengambil keputusan, berani membawa perubahan, mengutarakan penda...

Memahami Surat Yusuf Ayat 2: Agar Menggunakan Akal

Image
  ( Picture from google ) Oleh: Muhamad Faiz Mubarok* *Ketua Umum HMI Komisariat Saintek 2021-2022 { Ø¥ِÙ†َّاۤ Ø£َنزَÙ„ۡÙ†َÙ€ٰÙ‡ُ Ù‚ُرۡØ¡َ ٰ⁠ Ù†ًا عَرَبِÛŒࣰّا Ù„َّعَÙ„َّÙƒُÙ…ۡ تَعۡÙ‚ِÙ„ُونَ } " Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti. " (Q.S Yusuf: 2) Ayat di atas merupakan penjelasan dari Allah Swt. bahwa al-Kitab (ketetapan) yang diturunkan oleh-Nya itu berupa bacaan yang berbahasa arab (qur'aanan arabiyyan). Kata "qur'an" pada ayat ini lebih tepat diartikan bacaan. Sebab, kata ganti (dlomir) "hu" itu merujuk pada ketetapan yang Allah turunkan, yang sekarang telah terkodifikasi menjadi satu kitab yaitu al-Qur'an. Maka, ketetapan itu diturunkan sebagai bacaan yang berbahasa Arab. Ayat ini ditutup dengan pernyataan "agar kalian mengerti." Apa yang dimaksud ayat ini agar kalian (umat manusia) mengerti? Dalam Tafsir Jalalain, ta'qiluun ditafsirkan dengan memahami makna-maknanya. Tetapi, tidak cukup hanya mem...

Wacana Penundaan Pemilu Tak Relevan

Image
  (Sumber: Google) Oleh : Firman Hardianto* *Mahasiswa UIN Walisongo dan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Saintek Beberapa waktu belakangan, penundaan Pemilu menjadi topik yang banyak diperbincangkan. Wacana tersebut dimulai dari pernyataan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia pada Ahad (9/1/2021) dalam sebuah diskusi di Jakarta. Bahlil memberikan keterangan dari pelaku usaha rata-rata berharap agar penyelenggaraan Pemilu 2024 ditunda. Harapan ini didasari oleh pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Pernyataan Bahlil tentu menghadirkan konflik diskursus, khususnya di media maya. Konflik ini hadir karena penundaan Pemilu akan secara langsung berimbas pada masa jabatan presiden. Landasan yuridis nasional pada UUD 1945 pasal 7 secara tegas menyatakan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. Artinya penundaan Pemilu berpo...

Mendamba Umat Terbaik dengan Spesialisasi

Image
Oleh: Muhamad Faiz Mubarok , Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo, Ketua Umum HMI Komisariat Saintek 2021/2022 (ilustrasi google.com) Semakin berkembang zaman semakin berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab, manusia merupakan makhluk yang bisa membangun peradaban. Tidak seperti makhluk lainnya. Terdapat suatu istilah bahwa setiap zaman ada orangnya dan setiap orang punya zamannya sendiri. Maka, setiap orang atau individu sangat perlu untuk memilih berusaha (ikhtiar) agar kehidupannya semakin baik setiap perguliran masa. Ilmu pengetahuan yang saat ini ada merupakan cabang-cabang yang semakin bertambahnya waktu semakin banyak memunculkan cabang lainnya. Diperkirakan cabang ilmu yang ada saat ini mencapai 650 bahkan 700 cabang ilmu yang kebanyakan orang awam tidak mengetahuinya. Pada dasarnya cabang-cabang ilmu itu berasal dari dua cabang ilmu besar, yakni filsafat alam yang kemudian berkembang menjadi rumpum ilmu alam ( the natural science ) dan filsafat moral ya...

Jalan Ninja Berbisnis Politik

Image
  Oleh: Alwi Ahmad Sulthon “Tiada kawan atau lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi” Barang kali masih ingat sejarah hidupnya negeri yang nyaris tidak memiliki prinsip etika-politik dengan hiruk piruk era reformasi yang begitu membahana. Bahwa sejak saat itu rezim Orde Baru tumbang, negeri ini seakan berada pada titik koordinat nadir ketidakjelasan. Demokrasi yang konon mampu memberikan jaminan kesejahteraan hidup makmur bagi seluruh warganya nyatanya sampai sekarang masih banyak persoalan, bahkan persoalan itu kian menggunung dari tahun ke tahun, baik di lingkungan pemimpinnya maupun rakyatnya. Inilah kenyataan yang tengah dihadapi. Bahkan sampai saat ini mungkin masih ada yang bertanya ada apa dengan Indonesia ? Atau bahkan mungkin masih bingung dengan konsep dan sistem demokrasi. Setelah era reformasi ditabuh dengan jargonya “kedaulatan rakyat”. Maka saat itulah wacana demokrasi terealisasikan bertemu momentumnya. Rakyat adalah tuan yang harus dilayani...

Kiprah Pendidikan Indonesia di Era Pandemi

Image
  Oleh : Muhammad Labib,  ( Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Walisongo Semarang dan  Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan HMI Komisariat Saintek) Kondisi pandemi yang sampai saat ini masih eksis melanda dunia. Faktor ini tentu saja banyak mengakibatkan kesusahan dan keterbatasan. Salah satunya  di bidang pendidikan. Akibatnya, seluruh sekolah dan perguruan tinggi dikampanyekan untuk belajar dari rumah masing-masing. Namun kondisi dan situasi ini memaksa kita untuk melahirkan kebiasaan baru, dalam artian proses kegiatan belajar-mengajar dikondisikan sesuai regulasi di setiap instansi dan institusi. Pada kebiasaan baru ini banyak kontradiksi yang membuat proses pembelajaran kehilangan mutu dan kualitasnya. Dengan demikian para fasilitator dituntut  harus bisa mengambil langkah, improvisasi, dan alternatif untuk bisa survive selama pembelajaran dalam jaringan (daring). baca juga : Rindu - Niswatus Shabrina Menyikapi hal tersebut, tentu pemerin...

Merayakan Kehilangan (Kasih si Pengarang)

Image
Oleh: Wahyudi Hasibuan* Doc. Penulis Dalam setiap perjalanan hidup selalu memiliki sebuah rintangan. Kepala yang tegak, kaki yang terus akan melangkah harus tetap menghadapi dinamika kehidupan. Semua manusia berhak memilih jalan hidupnya, begitu juga dengan seorang laki-laki introvert yang selalu bersenggama dengan kesunyian, Ia adalah Kursana. Semua sarana hening diberlakukan demi mencari transendensi kebahagiaan.   Kursana kini kehilangan jati diri setelah sekian lama terbelenggu dengan api patah hati, Setiap langkah yang dilaluinya kini beriringan dengan keragu-raguan. Podcast yang selalu didengar setiap pagi dengan kicauan burung-burung berisikan kata-kata manis yang ingin selalu diucapkan tetapi tidak tersampaikan. Burung-burung itu seakan mengatakan, “wahai anak muda, apakah engkau bahagia dengan kesendirianmu sekarang? jiwamu terbelenggu api amarah, hatimu terbakar bagaikan kertas yang sudah menjadi abu, apakah engkau tetap akan seperti itu sampai kegagalan d...